BGtalk#04
Pernahkah kita men-checkout barang online karena tergiur dengan tawaran gratis ongkir?? Saya yakin tidak sedikit yang menjadikan tawaran ini sebagai pertimbangan utama dalam berbelanja online. Sekarang ini, Tokopedia, Lazada, Shopee, dan e-commerce lainnya menjadikan gratis ongkir sebagai layanan unggulan masing-masing e-commerce. Pertanyaannya kemudian, mengapa gratis ongkir dianggap menarik??
Menurut Dan Ariely dalam bukunya yang berjudul Predictably Irational, gratis ongkir dianggap menarik karena:
Sesuatu yang gratis memiliki daya
pikat tersendiri
Pembeli suka sesuatu yang gratis karena takut rugi dan menganggap sesuatu yang gratis tidak memiliki risiko kerugian sama sekali.
Pembeli benci dengan biaya tak terduga
Biaya tak terduga
menjadi alasan terbesar (56% responden) meninggalkan keranjang belanja online
tanpa membayar berdasarkan survey WorldPay terhadap 19.000 responden.
Lalu,
apa yang salah dengan fenomena gratis ongkir ini?. Menurut saya, tidak ada
yang salah, namun ada yang perlu diingat yakni jangan kalap atau gegabah dengan tawaran
gratis ongkir. Perlu diketahui bahwa fenomena ini adalah salah satu teknik
psikologi yang lumrah di dunia pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Teknik ini disebut Psychology Pricing yaitu cara
penentuan harga atau strategi pemasaran berdasarkan pada teori yang meyakini
bahwa harga tertentu memiliki dampak psikologis bagi pembeli.
Misalkan saja
terdapat suatu barang yang harganya Rp100.000, dan Ongkir seharusnya Rp20.000.
Dengan besaran harga yang sama namun menerapkan teknik Psychology Pricing (gratis ongkir), barang ini dapat dijual dengan
Harga jual Rp120.000 + Gratis Ongkir. Persepsi
pembeli yang cenderung memandang sesuatu yang lebih mahal memiliki kualitas yang lebih
bagus menjadikan pilihan harga kedua sebagai pilihan ideal dan 'menguntungkan'. Barang
yang sama, namun teknik ‘jualnya’ yang berbeda. Boom!!! Psychology Pricing ‘trap’ is coming!!!.
Poinnya
adalah jangan sampai fenomena gratis ongkir malah membuat kita merogoh kocek
lebih dalam karena takut kehilangan momen promo. Kemampuan mengelola keuangan menjadi urgen dibutuhkan agar uang yang ada dapat dimanfaatkan
untuk sesuatu yang added value nya minimal sebanding
dengan cost yang dikeluarkan. Jangan cepat tergiur dengan gratis ongkir, sebelum checkout, jangan lupa pikir-pikir ya Bund….