Just another free Blogger theme

Rabu, 08 Desember 2021

 BGtalk#04

Pernahkah kita men-checkout barang online karena tergiur dengan tawaran gratis ongkir?? Saya yakin tidak sedikit yang menjadikan tawaran ini sebagai pertimbangan utama dalam  berbelanja online. Sekarang ini, Tokopedia, Lazada, Shopee, dan e-commerce lainnya menjadikan gratis ongkir sebagai layanan unggulan masing-masing e-commerce. Pertanyaannya kemudian, mengapa gratis ongkir dianggap menarik??

Menurut Dan Ariely dalam bukunya yang berjudul Predictably Irational, gratis ongkir dianggap menarik karena: 

Sesuatu yang gratis memiliki daya pikat tersendiri 

Pembeli suka sesuatu yang gratis karena takut rugi dan menganggap sesuatu yang gratis tidak memiliki risiko kerugian sama sekali.   

Pembeli benci dengan biaya tak terduga

Biaya tak terduga menjadi alasan terbesar (56% responden) meninggalkan keranjang belanja online tanpa membayar berdasarkan survey WorldPay terhadap 19.000 responden.

Lalu, apa yang salah dengan fenomena gratis ongkir ini?. Menurut saya, tidak ada yang salah, namun ada yang perlu diingat yakni jangan kalap atau gegabah dengan tawaran gratis ongkir. Perlu diketahui bahwa fenomena ini adalah salah satu teknik psikologi yang lumrah di dunia pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Teknik ini disebut Psychology Pricing yaitu cara penentuan harga atau strategi pemasaran berdasarkan pada teori yang meyakini bahwa harga tertentu memiliki dampak psikologis bagi pembeli. 

Misalkan saja terdapat suatu barang yang harganya Rp100.000, dan Ongkir seharusnya Rp20.000. Dengan besaran harga yang sama namun menerapkan teknik Psychology Pricing (gratis ongkir), barang ini dapat dijual dengan Harga jual Rp120.000 + Gratis Ongkir. Persepsi pembeli yang cenderung memandang sesuatu yang lebih mahal memiliki kualitas yang lebih bagus menjadikan pilihan harga kedua sebagai pilihan ideal dan 'menguntungkan'. Barang yang sama, namun teknik ‘jualnya’ yang berbeda. Boom!!! Psychology Pricing ‘trap’ is coming!!!.

Poinnya adalah jangan sampai fenomena gratis ongkir malah membuat kita merogoh kocek lebih dalam karena takut kehilangan momen promo. Kemampuan mengelola keuangan menjadi urgen dibutuhkan agar uang yang ada dapat dimanfaatkan untuk sesuatu  yang added value nya minimal sebanding dengan cost yang dikeluarkan. Jangan cepat tergiur dengan gratis ongkir, sebelum checkout, jangan lupa pikir-pikir ya Bund….

 

-bramgarung

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 komentar:

Posting Komentar